Sejarah Deyah



Gampong Deyah pada awal mulanya sebelum masuknya Penjajah Belanda ke Aceh, terdiri dari dua buah Gampong yaitu Gampong Deyah dan Tammak dengan jumlah Penduduk sangat banyak. Maka pada saat masuknya Penjajah Belanda ke Aceh, pada saat itu seluruh penduduk Gampong Deyah dan Tammak mengungsi ke gampong Are Kabupaten Pidie Sekarang ini. Namun seiring dengan pergantian waktu penjajah Belanja meninggalkan Aceh, maka penduduk kembali ke gampong halamannya di Deyah dan Tammak dengan melalui jalan berbukit-bukit. Dimana selama dalam perjalanan pulang banyak penduduk yang terserang penyakit sehingga menyebabkan banyak penduduk meninggal dunia. Ini dibuktikan dengan banyaknya kuburan lama zaman dulu di Dusun Tammak, sehingga penduduk Gampong Deyah dan Tammak menjadi sedikit

Atas dasar fenomena inilah oleh Keuchik Syeh salah seorang tokoh masyarakat bersama masyarakat mengadakan musyawarah untuk menggabungkan kedua gampong tersebut. Setelah disepakati bersama masyarakat dinamakanlah Gampong deyah (informasi tetua gampong). Nama Deyah diambil dari nama tempat pengajian atau dayah sekarang ini. Dibuktikan dengan adanya salah satu kuburan ulama dayah tersebut di gampong Deyah.

Sejarah merupakan peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi dalam kehidupan masyarakat. Untuk mengenal identitas suatu masyarakat harus mengetahui sejarah seperti halnya mengetahui sejarah budaya dari masyarakat Gampong Deyah tempo dulu. Pemerintahan Gampong Deyah sudah terbentuk jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu sejak tahun 1920 yang pada saat itu dipimpin oleh “Keuchik Syeh ” selama 20 tahun





Deyah

Alamat
Jl. Blang Bintang Lama km. 12 kode Pos 23372
Phone
Telp. 0651 - 7554635, Fax. 0651 - 7554636
Email
[email protected]
Website
deyah.sigapaceh.id

Kontak Kami

Silahkan Kirim Tanggapan Anda Mengenai Website ini atau Sistem Kami Saat Ini.

Total Pengunjung

30.921